Kalian percaya yang namanya “takdir”?
Mulai dari
seseorang itu lahir, rejeki, kematian bahkan jodoh sekalipun, semua sudah
digariskan. Dan itu pun juga sudah disebutkan dalam Al Qur’an dibeberapa surat.
Tak banyak
manusia yang menyadari itu. Mereka sering berpendapat bahwa dirinyalah yang
mengetahui segala sesuatu tentang jalan hidupnya, padahal dilain sisi masih ada
Sang Pencipta yang secara tidak langsung ada dalam jalan kisah tersebut. Setiap
detik bahkan daun jatuh pun memang sudah digariskan. Lantas apa yang
dirisaukan?
Tentang
sesorang yang pernah berjanji tinggal lalu pergi. Satu sisi melihat betapa hal
itu sangat menyakitkan. Berjuang bersama menghadapi banyak hal kemudian hampir
sampai puncak dan salah satu dari mereka memberanikan diri untuk melepas
tangan. Bukan tanpa alasan. Tidak ada keputusan besar yang dibuat tanpa alasan.
Hal ini menunjukkan seberapa pun seseorang meyakini kisah mereka jika Yang Maha
Menulis Skenario menetapkan bahwa bukan dia yang dimaksud apapun akan terjadi.
Ini bukan caraNya menyakitimu atau tidak berpihak kepadamu. Dia hanya
menunjukkan sedikit masa depan bahwa memang ada yang lebih baik lagi. Seperti
pada makna surat Al Baqoroh ayat 216 yakni “Boleh jadi kamu tidak menyenangi
sesuatu,padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal
itu tidak baik bagimu. Alloh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. Rasa
sakit pasti ada, tapi itu bukan alasan yang benar untuk menyalahkan bukan?.
Intropeksi diri, mungkin itu yang pantas dilakukan. Intropeksi bukan berarti
kamu berada dipihak yang salah dan sebaliknya. Pada intinya jangan menyalahkan
seseorang yang dengan berat hati meninggalkanmu meskipun itu untuk orang lain.
Dasar dari intropeksi sendiri adalah kamu memperbaiki diri, menjadi yang lebih
baik untuk mendapatkan sesuatu yang paling baik. Bersyukur bahwa Sang Pencipta
menunjukkannya sekarang sehingga kamu masih punya banyak waktu untuk lebih bisa
memikirkan masa depan yang benar-benar kamu inginkan. Well… memang mudah hanya
berbicara. Setiap manusia punya kekuatanya masing-masing. Dan ujian kehidupan pasti
tak akan melampaui batas kemampuan itu. Ada beberapa manusia yang diuji dengan
keluarganya, ada pula yang diuji dengan kekayaanya, dan ada pula dengan
penyakit yang dideritaya. Jika mampu melewati, itu adalah sisi yang akan
membuat manusia kuat.
Ada banyak
hal didunia ini yang kadang memang sulit dimengerti. Terlebih tentang perasaan
seseorang. Dan sulitnya dalam pengendalian hingga menyebabkan kekecewaan yang
berlebihan. Bahkan terkadang tidak sedikit dari mereka berusaha mencari tempat
curahan yang benar-benar memahami kondisi yang dialami. Ingatlah bahwa itu
adalah Alloh yang sedang rindu padamu dan ingin agar kamu berbicara kepadanya.
Seperti yang tertera pada makna QS Yusuf : 86. Kecewa kepada orang lain boleh,
karena itu memang perasaan hati tapi jangan berlebihan, kendalikan hati agar
rasa itu tidak berubah menjadi kebencian, justru berwujud rasa syukur karena
kita kecewa sekarang bukan lebih jauh lagi. Semua yang berlebihan tidaklah baik.
Kecuali berlebihan saat bersyukur kepadaNya. Karena sebanyak-banyaknya
bersyukur adalah kita menyadari bahwa segala anugrah yang kita miliki adalah
karenaNya. Meskipun sedang didera masalah yang banyak InsyaAlloh hati akan
lapang. Ada sebuah istilah yang mengatakan bahwa takaran bahagia tiap orang
berbeda. Yang paling sederhana adalah bahagianya mereka yang bisa mencintai
meskipun diam-diam. Begitupun dengan takaran kesedihan, sesederhana merindukan
orang yang sebenarnya bisa saja dilihatnya setiap hari. Bukankah kalau difahami
lagi memang sesederhanya perasaan adalah seperti ituJ. Fight….. semoga kita tetap bisa bersabar dan iklhas menjalani skenario
yang telah terlulis, karena skenario hebat pastilah indah pada waktunya.
By: Finn_
