Senin, 29 Januari 2018

KE 10


Kalian percaya yang namanya “takdir”?
Mulai dari seseorang itu lahir, rejeki, kematian bahkan jodoh sekalipun, semua sudah digariskan. Dan itu pun juga sudah disebutkan dalam Al Qur’an dibeberapa surat.
Tak banyak manusia yang menyadari itu. Mereka sering berpendapat bahwa dirinyalah yang mengetahui segala sesuatu tentang jalan hidupnya, padahal dilain sisi masih ada Sang Pencipta yang secara tidak langsung ada dalam jalan kisah tersebut. Setiap detik bahkan daun jatuh pun memang sudah digariskan. Lantas apa yang dirisaukan?
Tentang sesorang yang pernah berjanji tinggal lalu pergi. Satu sisi melihat betapa hal itu sangat menyakitkan. Berjuang bersama menghadapi banyak hal kemudian hampir sampai puncak dan salah satu dari mereka memberanikan diri untuk melepas tangan. Bukan tanpa alasan. Tidak ada keputusan besar yang dibuat tanpa alasan. Hal ini menunjukkan seberapa pun seseorang meyakini kisah mereka jika Yang Maha Menulis Skenario menetapkan bahwa bukan dia yang dimaksud apapun akan terjadi. Ini bukan caraNya menyakitimu atau tidak berpihak kepadamu. Dia hanya menunjukkan sedikit masa depan bahwa memang ada yang lebih baik lagi. Seperti pada makna surat Al Baqoroh ayat 216 yakni “Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu,padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Alloh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. Rasa sakit pasti ada, tapi itu bukan alasan yang benar untuk menyalahkan bukan?. Intropeksi diri, mungkin itu yang pantas dilakukan. Intropeksi bukan berarti kamu berada dipihak yang salah dan sebaliknya. Pada intinya jangan menyalahkan seseorang yang dengan berat hati meninggalkanmu meskipun itu untuk orang lain. Dasar dari intropeksi sendiri adalah kamu memperbaiki diri, menjadi yang lebih baik untuk mendapatkan sesuatu yang paling baik. Bersyukur bahwa Sang Pencipta menunjukkannya sekarang sehingga kamu masih punya banyak waktu untuk lebih bisa memikirkan masa depan yang benar-benar kamu inginkan. Well… memang mudah hanya berbicara. Setiap manusia punya kekuatanya masing-masing. Dan ujian kehidupan pasti tak akan melampaui batas kemampuan itu. Ada beberapa manusia yang diuji dengan keluarganya, ada pula yang diuji dengan kekayaanya, dan ada pula dengan penyakit yang dideritaya. Jika mampu melewati, itu adalah sisi yang akan membuat manusia kuat.
Ada banyak hal didunia ini yang kadang memang sulit dimengerti. Terlebih tentang perasaan seseorang. Dan sulitnya dalam pengendalian hingga menyebabkan kekecewaan yang berlebihan. Bahkan terkadang tidak sedikit dari mereka berusaha mencari tempat curahan yang benar-benar memahami kondisi yang dialami. Ingatlah bahwa itu adalah Alloh yang sedang rindu padamu dan ingin agar kamu berbicara kepadanya. Seperti yang tertera pada makna QS Yusuf : 86. Kecewa kepada orang lain boleh, karena itu memang perasaan hati tapi jangan berlebihan, kendalikan hati agar rasa itu tidak berubah menjadi kebencian, justru berwujud rasa syukur karena kita kecewa sekarang bukan lebih jauh lagi. Semua yang berlebihan tidaklah baik. Kecuali berlebihan saat bersyukur kepadaNya. Karena sebanyak-banyaknya bersyukur adalah kita menyadari bahwa segala anugrah yang kita miliki adalah karenaNya. Meskipun sedang didera masalah yang banyak InsyaAlloh hati akan lapang. Ada sebuah istilah yang mengatakan bahwa takaran bahagia tiap orang berbeda. Yang paling sederhana adalah bahagianya mereka yang bisa mencintai meskipun diam-diam. Begitupun dengan takaran kesedihan, sesederhana merindukan orang yang sebenarnya bisa saja dilihatnya setiap hari. Bukankah kalau difahami lagi memang sesederhanya perasaan adalah seperti ituJ. Fight….. semoga kita tetap bisa bersabar dan iklhas menjalani skenario yang telah terlulis, karena skenario hebat pastilah indah pada waktunya.

By: Finn_






MOVE ON,

Happy end year , Rabu, 25 Desember 2019 MOVE ON, semua bisa mengucapkan tapi tidak semua orang mampu melakukan….. Yess,,, end . Sudah...