Aku
Mengenal seseorang yang amat sangat menggenggam masalalu. Tak ada niat untuk
melepaskanya. Anggap saja dia pandai menyiksa dirinya sendiri. Kisah yang
dimulai secara perlahanan dalam jalan yang kebanyakan orang bilang “salah”, dan
sebagian kecil dari mereka bilang tidak ada yang salah dalam cinta. Mungkin
suatu saat nanti aku akan menceritakan kisahnya secara detail. Untuk sekarang
sepertinya tidak mungkin, bukan karna aku malas menulisnya hanya saja aku belum
melihat tanda finish dalah perjalanan itu. Bisa jadi itu akan jadi kisah
terpanjang di blog iniJ.
See… dia
masih hidup meskipun dengan keaadaan yang tidak lebih baik, masih bernafas
tentunya. Istilah karma itu ada, roda itu berputar dan dengan segala
embel-embelnya yang berpusat pada makhluk bernama manusia. Bukanya pemikiran
manusia itu memang sama? Oh maaf maksudku sebagian besar. Umumnya saat kamu
berada dititik terpuncak, mereka mengagum-agumimu seolah you’re so amazing.
Bukan hanya orang-orang yang tak berarti untukmu yang berfikir seperti itu,
bahkan mereka yang disebut teman, sahabat, dan orang yang sangat dekat
denganmu. Satu yang pasti, mereka yang jelas-jelas membutuhkanmu. Materi,
ketenaran, kepintaran mungkin dan bahkan ada yang ingin mendekatimu hanya untuk
mencari BAHAN GOSIP. Impposible??? Kenyataanya tidak, itu sangat MANUSIAWI.
Persis saat roda kehidupan telah berada dipuncak. Dengan materi yang tak perlu
difikir, dengan teman dan sahabat yang berlimpah, kemudahan dalam berbagai
urusan pendidikan, nilai, IP, Kepercayaan dll serta merasa dicintai oleh orang
yang diluar akal sehat. Kemudian saat roda itu mulai bergerak perlahan sampai
dititik paling bawah satu persatu dari mereka pergi dengan dalil sebuah
kesibukan. Masuk akal? Memang iya, itu tidak bisa dipungkiri. Apalagi melihat dia
yang dulu menyayangimu perlahan mulai mudur selangkah demi
selangkah namun pasti meninggalkanmu berdiri sendiri ditepi jurang dan kamu
masih tetap percaya dia akan kembali dan menggenggam tanganmu lagi. Kenyataannya
sekarang dia berdiri dipuncak tanpa kamu dia benar-benar melupakan
bahwa ada sesosok orang yang selalu menggenggam tanganya begitu erat saat
rodanya berada dibawah, saat dia hampir jatuh kedasar, menyongkongnya tanpa
rasa peduli bahwa semua disekitarnya telah merendahkan harga dirimu dan berfikir
bahwa kamu hanyalah seorang perusak. Not Care!!! Mungkin hanya
satu yang terfikirkan saat itu, besok masih bisa duduk bersama diwarung kopi
menikmati segelas es goodday cappuccino dan teh sisri porsi jumbo kemudian
makan sepiring nasi penyetan dengan lauk tahu tempe tidak kurang tidak lebih.
Jangan bayangkan bagaimana rasanya, karna memang terlihat jelas betapa ia
menyakiti diri sendiri karna jelas-jelas kisah itu tak akan pernah kembali dan
parahnya tak akan diingat dia lagi. No Back Again!.
Hidup
dengan bayang-bayang masalalu yang tidak bisa dilihat kebenaranya oleh orang
lain. Kamu bisa menasehati? Tidak semuanya. Beberapa diterima oleh logika tapi
hati bersikeras ingin tetap menjadi kendali. Obat paling memugkinkan hanya
waktu. Pertanyaanya adalah butuh berapa lama? Sebagian bisa bersyukur karena
telah sampai pada titik ikhlas sebagian lagi akan membawanya seumur hidup
mereka. Bukan berarti menakut-nakuti, hanya berbicara tentang kenyataan yang
hampir dihilangkan karna pada dasarnya setiap orang yang jatuh cinta
mengedepankan angan dan khayalan-khayalan tinggi mereka dan menjadi gila saat
hasil tidak sesuai ekspektasi. This is Real.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar