Rabu, 25 Desember 2019

MOVE ON,


Happy end year, Rabu, 25 Desember 2019
MOVE ON, semua bisa mengucapkan tapi tidak semua orang mampu melakukan…..
Yess,,, end. Sudah direnungkan kah kalian akhir tahun ini telah dapet pencapaian apa aja? atau malah flat plus B aja kek gue?? Kerasa kek down gitu. Its all, tentang segalanya. Iya sih guys uda gapernah nulis lagi sejak pertengahan 2018 lalu. Jiwa-jiwa dan imajinasi kata-kata gue tu uda layu dan ini gue paksain buat hidup lagi. Di wacana kali ini gue ambil dari pembicaraan gue dan temen sore kemaren yang intinya tentang Move On. Gue tau dibelahan bumi ini tulisan tentang topic kek gini uda basi bin merajalela. Gue gamau ngambil dari sisi manapun. That’s right asli dari pandangan dan pengalaman gue yang notabane nya termasuk golongan susah move on, sangat susah.
Saat lo ngadepin temen atau sahabat elu yang memang susah keluar dari zona itu, plis jangan dimaki, dihina, dipermaluin atau dibilang bodoh. Anggap normal dari seseorang yang memang sedang dan sangat menyayangi masalalunya. Gue yang dulu sempet di bilang “ahh elu, Cuma sama cowok model dia aja gabisa move on, padahal lu tau dia brengsek dan dapat plus playboy”. Hati mana yang ingin tetap stay buat seseorang yang uda bilang goodbay? Gaada. Camkan ini. Gaada seorang pun yang ingin diposisi itu.  Mungkin dia bakal selalu bilang baik-baik saja, tapi pernahkan kalian liat saat dia sedang sendiri dikamar meratapi apa yang ingin dia miliki dan ternyata bukan miliknya? Jadi plisss gue mohon, saat kalian menemukan orang dengan kondisi seperti ini, dengarkan. Dia butuh didengarkan bukan direndahkan, dia butuh kalian bilang “semua pasti baik-baik saja, tidak usah terburu-buru”, dan kadang dia butuh pelukan untuk menghangatkan hatinya yang sedang sakit.
Sebelumnya, gue paling ga berani ngambil topic ini karna gue pun belum mampu saat itu. Gue sama sekali dan sangat tidak terfikir bisa keluar dari zona itu. Lebih dari 3 tahun gue terjebak. Itu bukan waku yang singkat. Benar-benar penyembuhan secara perlahan. Dalam 3 tahun itu gue masih berhubungan, masih komunikasi dimana dia telah menjadi milik orang lain kebayang kan gimana sakit hatinya. Kalo flashback ke tulisan gue sebelumnya tetang “AKU MENUNGGU” ini berada di teori nomer 3 kategori yang tidak pantas untuk dipertahankan. Dan gue memilih bertahan dengan harapan dia kembali, dia mengingat lagi (yah gimana lagi, gw bisa nulis tapi blm bisa ngejalani saat itu wkwkw). Kalo saat ini mungkin gue bilang itu bodoh (untuk diri gue) tapi saat itu gw masih berada dizona dimana yang terlihat hanya Dia, and then sejak itu gue bener-bener berharap kalian ga ngeremehin orang yang sedang berusaha move on karna gw tau rasanya. Setelah gue merasa berhasil, gue tau bahwa sebenarnya yang amat sangat dibutuhkan dan obat paling utama dan pertama untuk kasus ini adalah “PENERIMAAN”. Bagaimana lo nerima kalo itu cuma masalalu, dan hal yang lo bayangin kedepan cuma ekspektasi yang sangat sulit untuk direalisasikan bukan tidak mungkin, tapi sangat sulit, kalopun bisa kembali kalian pasti tau dengan jelas tidak akan sama lagi. Perumpamaannya, kalo ada piring pecah mungkin bisa lu perbaiki, tapi jelas ada bekas, itu maksudku. Jangan terburu-buru menjustifikasi bahwa lo gabisa keluar karna sama aja itu ngebatesi diri lo buat selalu ngeliat dia. Sibukkan diri dan jangan lupa have fun. Lo masih punya temen, lo masih punya impian yang harus dikejar dan satu lagi, fikirkan bahwa sebelum kenal dia pun lo juga bisa bahagia. Mungkin sesekali emang keinget, itu sangat wajar. Terima ingatan itu hingga waktu meyakinkan bahwa itu hanya sekedar ingatan. 
Dari itu semua uda pernah gue coba, bahkan buat ngobatin itu gue pernah nekat motoran keliling gunung sampek malem karna saking suntuknya dan gagal, gue masih ngerasain sakit hati. Itu karna emang gue sama sekali belum nerima. Orang bilang gue gila dan ga bakal bisa move on. Dan sekarang… bahkan gue nertawai tingkah gue. Dan demi apapun gue ga pernah menyesal pernah menyayangi dia. Bagi orang dia brengsek tapi dimata gue dia tetep orang baik. Saat penerimaan yang gue lakuin dulu belum cukup, dalam arti terkadang gue masih mikirin dia, datang orang yang menurut gue mampu benar-benar bersihin dia dari memori otak gue. Tau kan maksudnya…. cari orang baru. Gue beruntung dulu gue sama sekali ga berniat nyari orang baru, bisa dibilang trauma, tapi ada seseorang yang terbuka sama gue. Bukan mendekati untuk dijadikan pasangan, gue sama dia lebih ke senasib bekerja ditempat yang sama dan ternyata satu alumni juga. Awalnya emang aneh karna sebelumnya gue selalu nolak ajakan cowok kalo emang cuma berdua. Gue mencoba terbiasa dan well…. Rasanya kayak beban masa lalu itu benar-benar sudah berada di tempatnya dan ga jadi bayang-bayang lagi. Lo bisa mencoba. Cari suasana baru, cari orang-orang baru yang gaada hubunganya dengan masa lalu elo. Bukan menyuruh untuk terburu-buru mencari pengganti, justru itu menurut gue gabaik karna pasti ujung-ujungnya cuma jadi tempat pelampiasan kecuali saat elo bener-bener siap. Pada intinya belajar untuk membuka diri dan tidak terpaku pada masa lalu. Mungkin loe mampu melakukan “penerimaan” tapi kalo lo ga mau terbuka sama aja lo bakal tetep stay ditempat yang sama. Hampa. Dan juga sebaliknya kalo lo bertemu orang baru tapi lo nya sendiri gabisa nerima masalalu lo, pada akhirnya hanya akan terjebak ke cinta yang semu.
Setiap orang pernah bahagia pada masanya. Setiap orang pernah jatuh cinta juga pada masanya. Tapi hanya beberapa orang yang beruntung bisa tetap berjuang bersama. Untuk yang gagal, Tuhan pasti mempersiapkan orang lain,jika bukan sekarang pasti akan ada waktu yang tepat. Mari kita ucapkan selamat tinggal untuk sesuatu yang tidak akan kembali.

Finn



Senin, 30 April 2018

“PENGGENGGAM MASA LALU”



Aku Mengenal seseorang yang amat sangat menggenggam masalalu. Tak ada niat untuk melepaskanya. Anggap saja dia pandai menyiksa dirinya sendiri. Kisah yang dimulai secara perlahanan dalam jalan yang kebanyakan orang bilang “salah”, dan sebagian kecil dari mereka bilang tidak ada yang salah dalam cinta. Mungkin suatu saat nanti aku akan menceritakan kisahnya secara detail. Untuk sekarang sepertinya tidak mungkin, bukan karna aku malas menulisnya hanya saja aku belum melihat tanda finish dalah perjalanan itu. Bisa jadi itu akan jadi kisah terpanjang di blog iniJ.

See… dia masih hidup meskipun dengan keaadaan yang tidak lebih baik, masih bernafas tentunya. Istilah karma itu ada, roda itu berputar dan dengan segala embel-embelnya yang berpusat pada makhluk bernama manusia. Bukanya pemikiran manusia itu memang sama? Oh maaf maksudku sebagian besar. Umumnya saat kamu berada dititik terpuncak, mereka mengagum-agumimu seolah you’re so amazing. Bukan hanya orang-orang yang tak berarti untukmu yang berfikir seperti itu, bahkan mereka yang disebut teman, sahabat, dan orang yang sangat dekat denganmu. Satu yang pasti, mereka yang jelas-jelas membutuhkanmu. Materi, ketenaran, kepintaran mungkin dan bahkan ada yang ingin mendekatimu hanya untuk mencari BAHAN GOSIP. Impposible??? Kenyataanya tidak, itu sangat MANUSIAWI. Persis saat roda kehidupan telah berada dipuncak. Dengan materi yang tak perlu difikir, dengan teman dan sahabat yang berlimpah, kemudahan dalam berbagai urusan pendidikan, nilai, IP, Kepercayaan dll serta merasa dicintai oleh orang yang diluar akal sehat. Kemudian saat roda itu mulai bergerak perlahan sampai dititik paling bawah satu persatu dari mereka pergi dengan dalil sebuah kesibukan. Masuk akal? Memang iya, itu tidak bisa dipungkiri. Apalagi melihat dia yang dulu menyayangimu perlahan mulai mudur selangkah demi selangkah namun pasti meninggalkanmu berdiri sendiri ditepi jurang dan kamu masih tetap percaya dia akan kembali dan menggenggam tanganmu lagi. Kenyataannya sekarang dia berdiri dipuncak tanpa kamu dia benar-benar melupakan bahwa ada sesosok orang yang selalu menggenggam tanganya begitu erat saat rodanya berada dibawah, saat dia hampir jatuh kedasar, menyongkongnya tanpa rasa peduli bahwa semua disekitarnya telah merendahkan harga dirimu dan berfikir bahwa kamu hanyalah seorang perusak. Not Care!!! Mungkin hanya satu yang terfikirkan saat itu, besok masih bisa duduk bersama diwarung kopi menikmati segelas es goodday cappuccino dan teh sisri porsi jumbo kemudian makan sepiring nasi penyetan dengan lauk tahu tempe tidak kurang tidak lebih. Jangan bayangkan bagaimana rasanya, karna memang terlihat jelas betapa ia menyakiti diri sendiri karna jelas-jelas kisah itu tak akan pernah kembali dan parahnya tak akan diingat dia lagi. No Back Again!.  

Hidup dengan bayang-bayang masalalu yang tidak bisa dilihat kebenaranya oleh orang lain. Kamu bisa menasehati? Tidak semuanya. Beberapa diterima oleh logika tapi hati bersikeras ingin tetap menjadi kendali. Obat paling memugkinkan hanya waktu. Pertanyaanya adalah butuh berapa lama? Sebagian bisa bersyukur karena telah sampai pada titik ikhlas sebagian lagi akan membawanya seumur hidup mereka. Bukan berarti menakut-nakuti, hanya berbicara tentang kenyataan yang hampir dihilangkan karna pada dasarnya setiap orang yang jatuh cinta mengedepankan angan dan khayalan-khayalan tinggi mereka dan menjadi gila saat hasil tidak sesuai ekspektasi. This is Real.....  





Senin, 29 Januari 2018

KE 10


Kalian percaya yang namanya “takdir”?
Mulai dari seseorang itu lahir, rejeki, kematian bahkan jodoh sekalipun, semua sudah digariskan. Dan itu pun juga sudah disebutkan dalam Al Qur’an dibeberapa surat.
Tak banyak manusia yang menyadari itu. Mereka sering berpendapat bahwa dirinyalah yang mengetahui segala sesuatu tentang jalan hidupnya, padahal dilain sisi masih ada Sang Pencipta yang secara tidak langsung ada dalam jalan kisah tersebut. Setiap detik bahkan daun jatuh pun memang sudah digariskan. Lantas apa yang dirisaukan?
Tentang sesorang yang pernah berjanji tinggal lalu pergi. Satu sisi melihat betapa hal itu sangat menyakitkan. Berjuang bersama menghadapi banyak hal kemudian hampir sampai puncak dan salah satu dari mereka memberanikan diri untuk melepas tangan. Bukan tanpa alasan. Tidak ada keputusan besar yang dibuat tanpa alasan. Hal ini menunjukkan seberapa pun seseorang meyakini kisah mereka jika Yang Maha Menulis Skenario menetapkan bahwa bukan dia yang dimaksud apapun akan terjadi. Ini bukan caraNya menyakitimu atau tidak berpihak kepadamu. Dia hanya menunjukkan sedikit masa depan bahwa memang ada yang lebih baik lagi. Seperti pada makna surat Al Baqoroh ayat 216 yakni “Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu,padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Alloh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. Rasa sakit pasti ada, tapi itu bukan alasan yang benar untuk menyalahkan bukan?. Intropeksi diri, mungkin itu yang pantas dilakukan. Intropeksi bukan berarti kamu berada dipihak yang salah dan sebaliknya. Pada intinya jangan menyalahkan seseorang yang dengan berat hati meninggalkanmu meskipun itu untuk orang lain. Dasar dari intropeksi sendiri adalah kamu memperbaiki diri, menjadi yang lebih baik untuk mendapatkan sesuatu yang paling baik. Bersyukur bahwa Sang Pencipta menunjukkannya sekarang sehingga kamu masih punya banyak waktu untuk lebih bisa memikirkan masa depan yang benar-benar kamu inginkan. Well… memang mudah hanya berbicara. Setiap manusia punya kekuatanya masing-masing. Dan ujian kehidupan pasti tak akan melampaui batas kemampuan itu. Ada beberapa manusia yang diuji dengan keluarganya, ada pula yang diuji dengan kekayaanya, dan ada pula dengan penyakit yang dideritaya. Jika mampu melewati, itu adalah sisi yang akan membuat manusia kuat.
Ada banyak hal didunia ini yang kadang memang sulit dimengerti. Terlebih tentang perasaan seseorang. Dan sulitnya dalam pengendalian hingga menyebabkan kekecewaan yang berlebihan. Bahkan terkadang tidak sedikit dari mereka berusaha mencari tempat curahan yang benar-benar memahami kondisi yang dialami. Ingatlah bahwa itu adalah Alloh yang sedang rindu padamu dan ingin agar kamu berbicara kepadanya. Seperti yang tertera pada makna QS Yusuf : 86. Kecewa kepada orang lain boleh, karena itu memang perasaan hati tapi jangan berlebihan, kendalikan hati agar rasa itu tidak berubah menjadi kebencian, justru berwujud rasa syukur karena kita kecewa sekarang bukan lebih jauh lagi. Semua yang berlebihan tidaklah baik. Kecuali berlebihan saat bersyukur kepadaNya. Karena sebanyak-banyaknya bersyukur adalah kita menyadari bahwa segala anugrah yang kita miliki adalah karenaNya. Meskipun sedang didera masalah yang banyak InsyaAlloh hati akan lapang. Ada sebuah istilah yang mengatakan bahwa takaran bahagia tiap orang berbeda. Yang paling sederhana adalah bahagianya mereka yang bisa mencintai meskipun diam-diam. Begitupun dengan takaran kesedihan, sesederhana merindukan orang yang sebenarnya bisa saja dilihatnya setiap hari. Bukankah kalau difahami lagi memang sesederhanya perasaan adalah seperti ituJ. Fight….. semoga kita tetap bisa bersabar dan iklhas menjalani skenario yang telah terlulis, karena skenario hebat pastilah indah pada waktunya.

By: Finn_






Selasa, 27 Juni 2017

"TENTANG RINDU"



Aku ingin bercerita tentang Rindu. Kalian tau kenapa rindu itu kadang terlalu menyakitkan. Karena mungkin itu hanya dirasakan oleh satu pihak. Dulu aku pernah tau, bagaimana Rindu ituu mengalir…… tidak semenyakitkan itu bahkan cenderung membuat perasaan menjadi lebih besar. Itu karena ada rasa yang didasari SALING. Ya maksudku keduanya saling merasakan hingga menciptakan komitmen untuk bisa bertemu kembali. Dan kalian tau apa yang terjadi saat pertemuan pertama setelah berpisah?? ada kebahagiaan tersendiri. Sangat berbeda dengan pertemuan-pertemuan tiap harinya. Kadang terbayang juga mereka yang berpisah bertahun-tahun tapi tetap memiliki keinginan kuat untuk bersama. Percayalah itu Rindu yang Indah. Dan akan lebih sempurna lagi kalo didasari kepercayaan.

Cerita film, cerita novel bahkan karangan-karangan kecil tentang romantisme, aku menyukainya. Dua orang terpisah jauh kemudian bersatu, cinta berbeda keyakinan yang menurutku sendiri itu adalah jarak paling jauh dari cinta, seseorang yang terlalu mencintai hingga akhirnya mengorbankan apapun, cinta remaja yang mungkin cuma berawal darii seringnya bersama….. ahhh aku menyukai kisah-kisah sederhana itu. Dulu itu adalah motivasi untuk menulis, entah untuk sekedar membagi nasehat hingga mengarang cerita bebas. Sampai pada saat aku tahu bahwa itu hanya CERITA, itu hanya ada dalam KISAH. Aku sedikit membencinya kemudian lambat laun mulai mengurangi aktifitas menulis dan kemudian  terjebak dalam cerita yang sangat berbeda dengan yang selama ini aku  baca. Aku juga tidak ingin kalian tertawa miris membandingkan kisah kalian dan yang ada disinetron-sinetron itu. Percayalahh….. BERBEDA. Oke aku meyakini sebuah quotes bahwa SEMUA CERITA YANG DITULIS TUHAN PASTI AKAH BERAKHIR INDAH, KALAU TIDAK BERARTI CERITA ITU BELUM SELESAI. Butuh kekuatan besar untuk tetap percaya kalimat itu. Bahkan kadang kalimat itu menjadi kekuatan tersendiri buatku. Mungkin bisa kalian coba. Aku hanya ingin berbagi, tidak ingin mengubah keyakinan kalian.


Rindu yang diciptakan sendiri, berjalan sendiri, menikmatinya sendiri, butuh hati yang kuat untuk menjalaninya. Kamu yang sedang mengalami bersabarlah. Tadahkan tangan, yakini dalam hati Sang Pencipta tak akan meninggalkan umatnya. Fase ini mungkin sulit, ahh bukan ….. maksudku sangat sulit. Ingat satu hal, kamu tidak sendiri. Tidak ada yang salah dengan perasaan. Jika perasaan itu menuntun pada sesuatu yang salah coba tengok kebelakang, lihatlah perjuanganmu sebelumnya. Kembali kuatkan hati dan percayalah Sang Pencipta. Ingat tentang scenario yang belum selesai. Jika perasaanmu mulai menyakiti orang lain, pejamkan mata, hembuskan nafas perlahan. Tuhan tidak akan menciptakan perasaan untuk menyakiti orang lain, jikapun kenyataanya memang ada yang tersakiti, maka pilihan terakhir hanya IKHLASKAN tapi jika kamu belum sanggup cukup yakini tentang “KEKUATAN JODOH” kemudian tersenyumlah dihadapan mereka. Perlihatkan bahwa kamu baik-baik saja.

Kalian yang mengenalku pasti akan mengatakan, apa aku tulis hanyalah BOKIS, BULSHIT dan bahkan ada yang secara tidak langsung mengatakan itu hanya sebuah pembelaan untuk dirimu sendiri. Tak apa, aku hanya ingin berbagi kekuatan, berbagi cerita, dan sedikit mengembalikan keinginanku untuk menulis. Terserah kalian mengatakan aku seperti apa. Kita sama-sama manusia yang memiliki keyakinan. Yakini apa yang menurutmu itu adalah jalanmu, jika salah biar Tuhan sendiri yang mengingatkan kemudian menuntunmu pada keyakinan yang benar.

FINN



Kamis, 20 April 2017

Berharap menjadi "SALING"


Percayalah kisah yang dimulai dari kesalahan tak akan berakhir baik. Ini hanya sepenggal vidio perjalanan, bukan penyesalan. Vidio yang benar-benar masih mengharapkan keajaiban dari sebuah titik balik. Hari dimana akan bisa dimulai kembali dari awal. Dari dua orang yang  berharap "SALING" bukan hanya salah satu yang "INGIN". Tapi jika jalan ini sangat menyakitkan untuk salah satu maka sebaiknya sampai disini agar bisa mulai mengerti jalan yang ditunjukkan Tuhan sehingga kamu bisa Bahagia. asli gue uda muterin otak dan kata2 banget buat ngerangkai ini. hahahaha
 


By Finn, 


Selasa, 18 April 2017

PSYCOPATH OF LOVE



Sebelum lo membaca tulisan ini coba ingatkan kembali apa lo pernah di posisi ini?......
ini adalah sebuah  permainan siapa yang mati kemudian berteman kenangan atau hidup lalu tertawa dan melupakan. Tidak ada yang bisa menebak arah kisah itu. Terkadang lo sering di salahkan karena terlalu sayang. Dia yang awal nya memberimu senyuman kemudian berubah menjadi pembantai yang menakutkan. Meyakinkan untuk bertahan tapi dia juga yang nyadarin lo untuk melepaskan. Hubungan ini terlalu rumit, lo sedang berada dizona melangkah pergi namun di tahan, lo bertahan tapi di abaikan. Kisah itu tidak seindah dulu entah itu karena ada yang baru atau sulit melupakan masa lalu. Sakit tidak berdarah namun bisa mengguncang tekanan darah. Satu persatu tenaga lo terkuras dengan pikiran yang meluas. Air mata mengalir deras di balik sekat-sekat dinding kamar yang menjadi rahasia terbesar elo. Lyric lagu bernada miris dan memaksa telinga ikut menangis, dengan volume lagu yang sengaja diputar keras. Menjahit bibir sendiri, bermain dengan imajinasi dengan mengatakan seaindanya saja kisah itu tidak akan berakhir sedih. Raga yang membenci jiwa dan jiwa yang mencari sang mooboster terbaiknya. Saat cinta lo simpansetia lo pertaruhkan dan akhirnya lo ga menyangka, akhirnya dia meninggalkan elo. Disaat kata memaafkan selalu terucap dibalik kerasnya mempertahankan sebuah cinta psycopath. Mungkin lo ga sempurna, mungkin emang banyak kurangnya. Kini akhirnya lo belajar nerima jika suatu saat dia hidup dengannya. Meski lo terluka. Banyak pertanyaan yang belum terpecahkan sampai akhirnya lo tertembak mati dengan jawaban yang di tunjukkan Tuhan. Sempat merasa bodoh pernah berjuang, belajar ikhlas dari hubungan yang gag jelas. Mencari kepastian namun berakhir dengan kehilangan.
Seseorang yang membunuh perasaan lama-kelamaan akan membuat lo mati perlahan. Memang semuanya tampak seperti sihir yang selalu menciptakan kenyamanan.
Secara fisik tidak tampak berubah namun hati bisa berubah-ubah. Sebenarnya kita ini apa??? membingungkan memang, dia yang mau mengakhiri namun dia juga yang selalu bisa membuatmu tersenyum dibalik sepi. Berhenti mengatur strategi untuk mencoba bersatu kembali karena bosan bisa menjadi penyebab seseorang itu pergi. Dia yang merindu akan datang padamu dengan menceritakan kisah haru, lalu…………..melupakan saat hatinya sudah kembali kepada tuan yang merawatnya. Merasa di anggap tempat pelarian namun hasrat selalu ingin dirindukan. Sekarang angkat kepala lo agar mahkota kebahagiaan itu tidak jatuh. Berhenti menyesalkan kisah lalu, mulailah menciptakan kebahagiaan baru. Sebab kekecewaan itu akan selalu menguatkan. Berisitarahtlah dengan damai. Sebab lo belum terpikirkan untuk menjadi Psycopath handal yang mengagumkan namun menyakitkan.



from HÒ½llσbҽγ-prestigeholisc


Sabtu, 19 September 2015

Friendzone, whatt??


 Welcome “DUNIA friendzone”, hahaha!!!!! menurul lo pada gimana guys???

haii, lama gag update gue..... bingung ngurusin dunia nyataa, melelahkan. Ini gue balik dengan cerita baru eh, cerita lama yang diperbaharui mungkin. Dengan hati yang sama, rasa yang sama, orang yang sama tapi keadaan beda (hahaha...... ngaco' kebanyakan nonton drama). Lupakan kalimat barusan!!!.

Back to "judul".

Temen rasa pacar.hmmmmmm, rasa strawberry, jerukk ato chocolate yaaaa........ atau malah jadi kopi yangg mengandung kafein yang terkadang sepahit perpisahan, kadang semanis cinta pertama kadang sehangat rindu atau malah sepanas cemburu, hahaha.


Jalan ke persepektip gue dulu yakkk,

Ada 2 pandangan sih, pertama...... mungkin nyaman karena dari kedua-duanya pun masih punya perasaan standart, maksud gue sama-sama nganggep temen meskipun kelakuanya udah dibilang plus. Fine-fine aja gitu. Kalo ada dizona dengan perasaan kayak gini enak tuh gausah mikirin masalah hati. toh kedua-duanya sama. Enjoy. Eh gue juga pernah denger gini “kalo ada 2 sahabat cewek cowok mereka gag mungkin Cuma sahabatan biasa, pasti salah satunya bakal nyimpen rasa. Karena pada dasarnya kodrat 2 insan beda gender itu untuk saling berbagi rasa”. Gue sih sebenarnya gag sepenuhnya percaya secara kehidupan jurusan gue didominasi cowok. Tapi mungkin sebagian besar seperti itu kali ya???  jawabanya pasti TERGANTUNG. Inget hati tiap orang BEDA. Ada yang baper ada yang gag peka. Hahaha :D dominan baper itu cewek kalo yang gag peka cowok trus aja gitu sampai ladang jagung dipenuhi coklat :D hahaa. gag bakal nyampek tuu kalo 2 sifat itu ketemu. Haha balik kepandangan gue yukkkks, ini yang ribet dipandangan kedua, soalnya satunya fine satunya enggak. Satunya nganggep temenan satunya mikir lebih tapi kelakuan yang mirip-mirip orang pacaran. Berasa digantung kayak jemuran kering kaliiiiii.  Mau memperjjelas malah takut men destroy semuanya. Apalagi kalo udah sama-sama punya pasangan, lebih parah kalo yang satu punya yang satunya ngarep :’( jadi nangis gue :’( :’( heikshikshiks L. SESEORANG PERNAH BILANG KE GUE, hidup itu dijalani apa adanya. hmmmmm, gue sih pengenya juga seperti itu. Kayaknya simpel banget deh. Tapi yang gue yakini "seapa adanya eloo ya, pasti bakal tetep ada yang tersembunyi deh". Oh ya.... gue punya sedikit saran sih. Apa adanya itu baik, baik banget malahh..... cuma sebaiknya saat lo pengen bersikap apa adanya seenggaknya liatlah situasi. Dalam bersahabat, oke fine, dalam berhubungan justru bagus yang namanya apa adanya. Tapi satu..... jangan sampai apa adanya elo meskipun maksud lo baik justru bikin salah satu pihak sakit hati. Jangan sampai apa adanya elo bukanya memperbaiki justru menghancurkan semuanya. Gue ngomong gini bukan karena nyuruh kalian pada bersandiwara makek topeng tapi gue pengen kalian pada mencoba berpandang dari sisi lain. kalian yang pernah mengalami gue fikir bakal ngerti apa yang lagi gue omongin. Yang penting liat aja keadaan deh guys J. Satu saran dan ini gue dapat dari temen gue, “jangan mau menjalin hubungan tanpa status apalagi cewek” dia bener. iya sih cinta, rasa sayang atau apalah gag butuh yang namanya status, tapi….. kadang status itu yang bakal bikin kita jadi ngrasa dihargai dan sebagai bentuk komitmen bersama :D. kalo tanpa adanya itu takutnya diakhir malah kita sendiri yang bakal ngerasa terjebak.

Kamis, 25 Juni 2015

“topeng”

lo tau nggak kenapa gue "ngetik" tu judul diatas???
yaa...... anggep episode selanjutnya yang bakal hidup jadi lebih nyesekk. Gue nggak tau seberapa banyak orang yang menyandang itu, tapi yang pasti berada dalam topeng  akan membuat posisi seakan-akan "aman". Inget guys, "seakan-akan". Mungkin hidup dalam topeng hanya berlaku bagi lo pada yang emang udah muak dengan yang namanya kenyataan. Uda pahit, getir nggak bisa dimakan pula. Terkadang gue juga sadar, it's so bad. Tapi........  kalo emang dengan itu orang yang menjadi tujuan utama "pemakaian topeng" ini ngerasa PUASS, ngerasa apa yang diinginkan tercapai hingga menganggap hidup “back to well”, gue yakin siapapun bakal ngelakuinya. Eh bukan siapapun tapi orang yang uda buta dengan kesenangan pribadi (tinggi banget yakk omongan gue). Bukannya menjunjung tinggi kebutaan itu, gue cuma gag habis pikir "why". Bahagia diluar didalem nyesek, senyum diluar yang dalem ancur tapi tetep ngelakuin. Kalo pertanyaanya buat apa??? "jawaban dari hidup gue ya itu, cuma biar mereka pikir gue bahagia ngejalanin hidup sekarang" gatau lagi deh jawaban lo. Elo pada emang liat senyumnya, tapi cobe deh tatap lebih dalem.......… seseorang pernah bilang ke gue "mata nggak bisa bohong". mungkin itu really. Kalo lo ngeh sama orang yang "mungkin" lo anggep peka aplikasiin aja omongan gue tadi. ya..... liat matanya gitu. Eh tapi berhubung guenya sendirii gag bisa ngeliat yang semu-semu jadi jangan frustasi kalo nasip lo sama kayak gue.
Guys...... sebenarnya gag seburuk itu juga sih memakai topeng. Seenggaknya kadang justru topeng itu yang jadi'in kita lebih kuat. Minimal nggak perlu perlihatkan muka duka dihadapan si dia. Bukanya gue nyaranin, kerena ini terlalu sulit dan rumit. Kalo gag kuat mending enggak. Tapi kalo dengan ini lo ngerasa hidup lo bisa tenang untuk sementara, bisa nguatin elo ngejalanin hidup meskipun buat sementara, mengapa enggak. Toh pilihan juga ada di tangan elo. Pilih terpuruk sekarang atau nanti sambil mikirin jalan keluarnya.

Saran yang paling bener  sih sebaiknya JANGAN, karena saat gue ngerasain  "lebih sakit". Gue juga pernah baca gini “tak ada salahnya jika mengikuti kata hati, tapi jika kamu selalu menemukan diri terluka oleh karenanya, sudah saatnya mendengarkan apa yang namanya logika”. Seharusnya sih simple, tapi lebih dari itu entahlah. Lo yang pernah berada dalam posisi ini pasti tau gimana rasanya. 



        Pada dasarnya orang memakai topeng adalah orang paling rapuh yang memiliki titik sensitif yang cenderung enggan diperlihatkan. “mungkin dia hanya butuh sendiri sementara”, karena topeng emang nggak bisa selamanya dipakai.

Senin, 11 Mei 2015

Aku Menunggu

“Aku menunggu…..”, J
Mau nyampek kapan bung?? Kagak capek tah para manusia berstatus menunggu terus??? Kalo gue sih uda capek, meski sebenarnya masih berharap (hahaha…. Terlalu jujur). Yah… emang cuma ini yang bisa gue bagi ama kalian-kalian meskipun pada dasar nya gue gatau apa gue sendiri bisa ngejalaninya. Next….. ni gue uda bingung mau nulis tentang apa lagi. Jadi meskipun entar ke kiri kanan arahnya #harap dimaklumin, pemula.
Mulai dari yang namanya menunggu, hal paling membosankan yang harus dilakukan, termasuk gue. Paling benci menunggu kecuali kalo emang yang ditunggu uda PASTI. Gag hanya cewek, normalnya semua manusia sih benci sama ituu. Kalo ada yang bilang gue “salah” angkat kaki dah…. Maen kekontrakanku tak kasih permen (mumpung lagi baik). Guys, persepektip kata “menunggu” luas banget. Dan gue sebagai remaja cukup membahas yang remaja-remaja aja (oke…. Takutnya kalo dewasa kesanya jadi sok tau guenya). Elo pada tau gag kenapa menunggu itu identic sama otak manusia yang mengarah antara dua hal, “melepas” ato “bertahan”??? ( Hahaha…. Tetep aja kan guys mau kekiri kanan yang dibahas ga lepas dari prinsip “relationship cewek n cowok”, biasalah otak gue lagi sensi sama gitu-gituan). Menunggu apakan dia pantas untuk dilepas, atau menunggu apakah dia pantas untuk dipertahankan??? Pada dasarnya sebelum melepas sesuatu ada beberapa yang dipertimbangkan. Kalian pernah dengar gag “solusi untuk orang yang terlalu lelah untuk bertahan tetapi terlalu cinta untuk melepaskan??” mungkin ini dirasain orang yang dia emang bener-bener sayang, bukan cuma buat singgahan gara-gara kosong. Sesorang menjawabnya “cinta adalah kuatmu bertahan, tapi lepaskanlah jika kuatmu tidak dihargai”. Ngerti kan guys maksudnya??? Kalo menurut gue itu logis juga sih…. Dan untung gue juga sependapat J. Dalam sebuah hubungan, selama elo ngrasa masih ada rasa sayang dan yang paling penting si couple juga menghargai itu….. aktivitas “menunggu” pasti jadi minimal banget. Seenggaknya jika ada pasti dengan alasan. Karena alasan itulah yang ngebuat kamu bakal ngerasa dihargai. Eh ini alesan loh ya, bukal bualan!!!. Dan couple ini dapat predikat pantas untuk dipertahankan. Selain yang diatas… udah lepas aja toh kalo butuh juga bakal balik (hahaha……. Inilah mudahnya kalo cuma nulis). Next lagi…. Masuk ke hal yang agag sensitif. “menunggu mereka yang telah pergi hanya karena hati kecil bilang dia tercipta untuk kita”. (uweehhhh dalemnya bukkkkkk). Telusuri dulu dia perginya tu ngapain atau apa alesan elo mau nungguin dia???
#dipanggil Yang Nyiptain Hidup??? Ya gausah ditunggu, yang bener tu didoain… okelah diratapin gag pa-pa tapi nggak dengan ngebuang sia-sia hidup elo kan??, iya sih… berat pasti, gue aja nyampek gag bisa ngebayangin. Untuk yang posisi ini sabar ya J.
#pergi karena dia bener-bener ngrasa uda gag sayang lagi sama elo??? Dan elo masih nungguin, BUAT APA??? Nyakitin hati banget ya??? Gue ikut prihatin soalnya gue sedikit tau gimana rasanya (pengen banget tu orang ditimbuk pakek sambal tomat dengan level setinggi mungkin, sok lupa gimana pas ngejar, terlanjur sayang ditinggalin aja, untung harga cabe MAHAL, eman neg cuma buat nimbuk!!!) iya sih hati bisa berubah-ubah, tapi gag kayak gitu juga kali, mudah banget bilang nggak sayang lagi???? L. Sebelum kalian pada bilang kayak gitu mending pikirin hatinya dulu. *saran mbak dan mas broo…. Kalo didunia ini kayak yang dicetak tebel itu mungkin gag bakal ada pasangan putus, hahaha…… kecuali kalo emang kedua-duanya ngerasa gag COCOK lagi. Perasaan emang gag bisa dipaksain, GUE TAHU.
#ini yang bernilai fifti-fifti, maksudnya fifti-fifti buat hati elo, kalo dari pihak pasangan sih kayaknya uda rela tu MELEPAS.….. kalo couple elo pada bilang atau seenggaknya inti nya sama dengan kalimat dibawah ini,
I want you stay strong and forget all our old stories. I’ll still be your friend even though, we are no longer as lovers”.
Kedengaranya bijak banget kan??? Hati-hati. Dia ngomong gitu pasti karena ada alesan, mari telusuri lagi, kemungkinan buruk alesanya balik ke option kedua. Eh tapi ada yang lebih buruk…. Bisa jadi punya yang lain yang lebih asik dari elo atau bahkan sebenarnya elo yang kedua dan dia ngerasa harus balik ke yang pertama. #wah…. Sungguh harus dibinasakan!!!!!. Hahaha. Iya sih, putus cinta tapi tetep komunikasi itu baik. Apalagi perubahan status jadi sahabat, dan yang buat bisa ngejalaninya gue acungin jempol pangkat tiga. Karena prediksi gue 88% gag bisa, 10% bisa tapi dianya mendem perasaan kalo masih sayang, hanya karena masih pengen deket makanya sok kuat dan bilang “good”, 2% nya lagi dapet jempol pangkat tiga dari gue (hahaha…. Eh itu masih prediksi gue, belum diuji statistic… terlalu RUMIT). Wah…. Btw penelusuranya terlalu buruk, gue tambahin yang positif dikit meskipun gag logis juga sih, “gue terlalu buruk buat elo, elo bisa dapet yang lebih baikk”. Tau gag guys, kenapa gue bilangnya gag logis??? Kalo uda tau elo buruk, ngapain dari awal nyoba deketin?? Ngapain dari awal nyoba masuk ke hati orang kalo pada akhirnya emang bakal ditinggalin??? Inget guys hati orang terlalu berharga buat lo hancurin. Kecuali sih kalo bilang buruknya karena elo takut ngerepotin, misalnya lagi sakit gitu dan kalo elo sama dia malah bikin dia terbebani (wehhhh sorry2, jadi OT kan,,,,,).



Dari ketiga option kalo elo masuk salah satu , saranya ya DILEPAS aja ya..….. sulit??? Semua emang butuh waktu kok. Gag harus buru-buru, perjalanan masih panjang…. Seengaknya elo gag nyia-nyiain hidup untuk sesuatu yang gag pasti. Iya sih, nggak semudah orang yang cuma bisa nulis ato ngomong doang, “gue tau itu” karena si penulis ini juga pernah ngejalani yang namanya kehidupan, tapi pasti bisa kan (amiin)…… berharap sama sesuatu yang gag pasti “BOLEH” tapi kadarnya jangan tinggi-tinggi, takutnya kalo gag kesampaian dan jatuh, bukankah kita yang ngrasa sakit sendiri????

MOVE ON,

Happy end year , Rabu, 25 Desember 2019 MOVE ON, semua bisa mengucapkan tapi tidak semua orang mampu melakukan….. Yess,,, end . Sudah...